Formasi dan peran · Analisis

Formasi 5-3-2: lima bek, tiga gelandang, dua penyerang

Formasi 5-3-2 memakai tiga bek tengah, dua wing-back yang bermain dalam, tiga gelandang, dan dua penyerang. Cara bertahan, menyerang, dan melawannya.

Diagram formasi 5-3-2 di lapangan: lima bek dengan dua wing-back yang ditandai merah, tiga gelandang tengah, dan dua penyerang.
Gambar: Touchline Notes

Formasi 5-3-2 adalah susunan dengan lima pemain belakang, tiga gelandang tengah, dan dua penyerang. Lima pemain itu terdiri dari tiga bek tengah dan dua wing-back yang berdiri sejajar mereka, sehingga ini adalah versi bertahan dari posisi yang sama dengan 3-5-2.

Di atas kertas, 5-3-2 dan formasi 3-5-2 berisi pemain yang sama di slot yang sama. Bedanya ada pada posisi dua pemain sisi saat lawan menguasai bola. Dalam 3-5-2, wing-back adalah gelandang yang kadang bertahan. Dalam 5-3-2, mereka adalah bek yang kadang menyerang. Kompas.com menjelaskan tujuan utama 5-3-2 dengan sederhana: menguatkan barisan pertahanan dan mencegah lawan membangun serangan cepat.

Susunan pemain, satu per satu

Tiga bek tengah. Yang di tengah adalah pengatur. Dulu ia sering seorang libero, bek bebas yang menutup di belakang dua penjaga. Versi modern lebih sering sejajar dengan dua bek lain dan berani maju membawa bola. Dua bek tengah di sisi bisa mengikuti penyerang atau winger lawan keluar dari garis, karena masih ada bek cadangan di tengah yang menutup.

Dua wing-back. Kompas.com menyebut mereka dua bek sayap, dengan tugas ganda: mengisi ruang pertahanan di garis tepi dan membantu serangan bila ada kesempatan. Dalam 5-3-2 mereka mulai dari posisi dalam dan dinilai dulu dari cara bertahan. Peran wing-back menggabungkan kerja bek sayap dan winger, dan menempuh jarak lebih jauh daripada posisi lain.

Tiga gelandang tengah. Biasanya satu gelandang bertahan menyaring di depan lima bek, diapit dua gelandang box-to-box. Tanpa bola mereka harus sempit dan dekat dengan pertahanan, supaya ruang antarlini terlalu kecil untuk menerima bola.

Dua penyerang. Duet inilah yang membuat formasi ini tetap berbahaya. Satu biasanya target man yang menerima bola panjang dan menahannya. Yang lain berlari ke celah dan ke belakang garis pertahanan. Keduanya menjalankan tugas penyerang tengah yang dibagi dua.

Contoh Indonesia: dari 3-5-2 ke 5-3-2 melawan Arab Saudi

Kemenangan 2-0 atas Arab Saudi di GBK pada 19 November 2024 adalah contoh jelas. Shin Tae-yong mengubah formasi dasar dari 3-4-3 menjadi 3-5-2 dengan memasukkan Marselino Ferdinan sebagai gelandang ketiga. Menurut Bola.net, kehadiran Marselino membuat Ivar Jenner dan Thom Haye bisa fokus bertahan dan menjaga kerapatan dengan bek tengah.

Saat bertahan, bentuknya berubah. Roger Bonet, pemain asing PSIS Semarang, menulis di akun X-nya bahwa Indonesia bertahan dengan 5-4-1 melawan Jepang, tetapi beralih ke 5-3-2 melawan Arab Saudi. Menurut Bonet, satu pemain dikorbankan untuk bertahan lebih dalam agar ada pemain lain yang lebih tinggi, siap untuk transisi menyerang. Marselino mencetak dua gol.

Cara bertahan

Inilah fungsi utama formasi ini. Tanpa bola, ia menjadi blok rendah: garis lima selebar kotak penalti, garis tiga tepat di depannya, dan dua penyerang menutup umpan ke gelandang bertahan lawan.

Lima bek menyelesaikan masalah yang sulit ditangani empat bek. Tiap wing-back bisa menempel winger lawan tanpa bek tengah harus bergeser. Penyerang lawan yang turun bisa diikuti bek tengah sisi, karena masih ada dua yang tersisa. Umpan silang dihadapi tiga bek tengah, bukan dua.

Titik tekannya ada di tiga gelandang. Mereka tidak bisa menutup seluruh lebar lapangan sendirian, sehingga harus memilih antara melindungi tengah atau menekan pemain di sisi.

Cara menyerang

5-3-2 tidak dibangun untuk menguasai bola lama. Langkah menyerangnya yang alami adalah serangan balik: rebut bola di area dalam, cari penyerang dengan cepat, lalu kirim pelari sebelum lawan sempat menata ulang. Shin Tae-yong memakai logika ini melawan Arab Saudi. Kepada ANTARA ia mengatakan sering ada ruang kosong di belakang lawan, sehingga pemainnya diminta menusuk ke belakang saat transisi positif.

Dua penyerang membantu: satu memantulkan bola, yang lain berlari, dan dua bek tengah lawan tidak bisa naik bersamaan tanpa membiarkan seseorang bebas. Jalur lain adalah wing-back. Saat tim menguasai bola lebih tenang, mereka naik dan bentuknya kembali menjadi 3-5-2.

Siapa yang membuatnya terkenal

Sejarahnya melewati sepak bola bertahan Italia. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, Helenio Herrera memakai 5-3-2 bersama Inter Milan pada 1960-an: empat bek menjaga ketat penyerang lawan, sementara seorang sweeper menyapu bola lepas. Gaya ini dikenal sebagai catenaccio. Inter asuhan Herrera meraih tiga gelar Serie A, dua Piala Eropa, dan dua Piala Interkontinental.

Formasi ini tidak selalu pasif. Brasil juara Piala Dunia 2002 dengan 5-3-2 yang wing-back-nya, Cafu dan Roberto Carlos, termasuk pemain paling terkenal di posisi itu. Kompas.com juga mencatat Newcastle United dan FC Lorient masih memakai 5-3-2 pada musim 2020-2021.

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan. Lebar dan kedalaman tertutup sekaligus, sehingga sulit menemukan ruang di belakang atau pemain bebas di sisi. Bek tengah cadangan membuat dua bek lain bisa bertahan agresif. Dua penyerang menjaga ancaman serangan balik walau tim tertekan.

Kekurangan. Kompas.com menyebut opsi serangan menjadi terbatas dan formasi ini membutuhkan wing-back dengan kondisi fisik prima. Hanya tiga pemain tersisa di lini tengah, dan mereka bisa kalah jumlah. Tim yang bertahan dalam terlalu lama memberikan bola dan wilayah kepada lawan.

Cara mengenali dan melawannya

Perhatikan pemain sisi saat bola hilang. Jika mereka berlari kembali sejajar tiga bek tengah, tim sedang bermain 5-3-2. Jika mereka tetap di lini tengah, bentuknya lebih dekat ke 3-5-2 atau 3-4-3. Dua penyerang yang tetap tinggi saat semua rekan turun adalah tanda lainnya.

Untuk melawannya, serang tiga gelandang. Tambahkan gelandang di tengah, lalu pindahkan bola cepat ke sisi jauh, karena tiga pemain tidak bisa bergeser secepat bola. Tahan wing-back dengan winger yang tinggi dan lebar. Saat kehilangan bola, jaga ruang di belakang bek sayapmu lebih dulu, karena di sanalah 5-3-2 ingin menyerang balik. Tim dengan rest defence yang baik bisa bersabar menghadapi blok seperti ini.

Apakah 5-3-2 sama dengan 3-5-2?

Posisinya sama. Bedanya ada pada posisi wing-back dan prioritasnya. Dalam 3-5-2 mereka bermain sebagai gelandang dan naik tinggi. Dalam 5-3-2 mereka mulai sejajar bek tengah dan bertahan lebih dulu. Indonesia melawan Arab Saudi memakai keduanya dalam satu laga.

Apa kelebihan dan kekurangan formasi 5-3-2?

Kelebihannya adalah pertahanan yang rapat, lebar lapangan yang tertutup, dan dua penyerang untuk serangan balik. Kekurangannya adalah opsi serangan terbatas, lini tengah yang hanya tiga orang, dan beban fisik besar bagi wing-back.

Apakah 5-3-2 memakai sweeper?

Bisa. Dulu bek tengah di tengah sering bermain sebagai libero di belakang para penjaga, seperti di Inter asuhan Herrera. Versi modern biasanya menempatkan tiga bek tengah dalam satu garis, sehingga pemain tengah lebih banyak mengatur daripada menyapu.

Coba posisi ini di papan taktik.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Kecerdikan Shin Tae-yong Ubah Formasi dari 3-4-3 ke 3-5-2, Kunci Kemenangan Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi — Bola.net
  2. Formasi Lima Bek dalam Sepak Bola — Kompas.com
  3. Shin Tae-yong pasang lima gelandang untuk jinakkan Arab Saudi — ANTARA
  4. Formation (association football) — Wikipedia
  5. Catenaccio — Wikipedia