Formasi dan peran · Analisis

Formasi 5-4-1: sembilan pemain di belakang bola, satu di depan

Formasi 5-4-1 memakai lima bek, empat gelandang, dan satu penyerang. Cara lima bek bertahan, dari mana serangan balik datang, dan cara membongkarnya.

Diagram formasi 5-4-1 di lapangan: lima bek yang ditandai merah, satu baris empat gelandang di depannya, dan satu penyerang tunggal.
Gambar: Touchline Notes

Formasi 5-4-1 adalah formasi bertahan dengan lima bek, empat gelandang, dan satu penyerang. Kebanyakan tim memakainya sebagai bentuk tanpa bola dari 3-4-3 atau 3-4-2-1: wing-back turun ke garis belakang, dan dua pemain di belakang penyerang turun ke lini tengah.

Kalimat kedua itu lebih penting daripada yang pertama. Sedikit pelatih yang menulis 5-4-1 di lembar susunan pemain. Mereka memilih tiga bek tengah dengan wing-back dan dua pemain di belakang penyerang. 5-4-1 adalah wujud tim itu saat lawan menguasai bola: dua garis rapat selebar lapangan, sembilan pemain di belakang bola, dan satu penyerang untuk memulai serangan balik.

Penonton Timnas Indonesia sudah melihatnya. Bola.net mengutip Roger Bonet, pemain asing PSIS Semarang, yang menulis bahwa Indonesia bertahan dengan 5-4-1 melawan Jepang pada November 2024.

Susunan pemain, satu per satu

Lima bek. Tiga bek tengah dan dua wing-back. Bek tengah di tengah menjaga garis dan penyerang lawan. Dua bek tengah sisi menutup celah dan mengikuti lari ke belakang wing-back. Karena ada bek cadangan, bek tengah sisi juga bisa keluar mengikuti penyerang yang turun ke lini tengah, hal yang jarang bisa dilakukan bek tengah dalam empat bek.

Wing-back sebagai engsel. Tanpa bola, mereka adalah bek sayap dalam garis lima: menghalangi umpan silang dan bertahan satu lawan satu. Dengan bek tengah ketiga di belakangnya, mereka bisa keluar dari garis untuk menekan bola lebih bebas daripada bek sayap biasa.

Empat gelandang. Biasanya dua gelandang tengah dan dua pemain sisi. Duet tengah sering terdiri dari gelandang bertahan dan rekan yang lebih mobil, dengan tugas pertama tetap dekat dengan garis belakang. Dua pemain sisi, saat menguasai bola, adalah pemain di belakang penyerang: penyerang sayap atau gelandang serang yang ikut turun.

Penyerang tunggal. Penyerang tengah punya tugas paling berat. Ia harus menutup umpan ke gelandang bertahan lawan, mengejar bola di antara bek tengah, dan masih punya tenaga untuk menahan bola atau berlari ke belakang saat bola direbut. Panduan posisi pemain sepak bola menjelaskan tiap peran lebih rinci.

Cara bertahan

5-4-1 adalah bentuk alami untuk blok rendah. Lima bek membantu dengan dua cara. Pertama, lima pemain selebar lapangan berarti area sayap tertutup tanpa bek tengah tertarik ke pinggir. Kedua, bek tengah tambahan memberi satu pemain bebas melawan satu penyerang, dan pelapis melawan dua.

Garis empat di depan bertugas menyaring. Tugasnya menjaga jarak antarlini tetap pendek dan menutup half-space, celah antara bek sisi dan bek tengah. Saat bola ke sisi, seluruh bentuk bergeser: wing-back menghadapi winger, gelandang sisi membantu, dan bek tengah sisi menutup lari ke dalam. Tim berusaha menjebak bola di dekat garis pinggir.

Contoh Indonesia: blok 5-4-1 melawan Jepang

Menjelang laga melawan Jepang pada November 2024, Suara.com menjelaskan bahwa dalam mode bertahan Indonesia memakai blok 5-4-1 dari formasi awal 3-4-3. Tujuannya menyulitkan lawan membangun serangan. Jepang juga memakai tiga bek, tetapi dengan winger cepat seperti Kaoru Mitoma di posisi wing-back untuk menguasai permainan.

Laga di GBK pada 15 November 2024 memperlihatkan batas bentuk ini. Menurut Bola.com, skema Indonesia buyar setelah cedera Kevin Diks dan gol pertama Jepang, lalu Indonesia kalah 0-4. Blok 5-4-1 bisa rapat, tetapi begitu jarak antarpemain melebar, lawan berkualitas tinggi akan menemukan celahnya.

Empat hari kemudian, melawan Arab Saudi, Indonesia bertahan dengan 5-3-2. Menurut Bonet, satu pemain dikorbankan dari blok dalam agar ada pemain lain yang lebih tinggi, siap untuk transisi menyerang. Indonesia menang 2-0. Pilihan antara 5-4-1 dan 5-3-2 adalah pilihan tentang berapa pemain yang disisakan untuk serangan balik.

Cara menyerang

5-4-1 menyerang terutama lewat transisi. Setelah tim di blok rendah merebut bola, ada ruang di belakang lawan, terutama di sisi jika bek sayap lawan sudah naik. Umpan pertama biasanya ke penyerang atau ke salah satu gelandang sisi, yang langsung menjadi duet di belakang penyerang. Saat itu 5-4-1 kembali menjadi 3-4-2-1.

Wing-back adalah gelombang berikutnya. Jika mereka naik, terbentuk lima pemain di depan yang meregangkan empat bek lawan. Masalahnya jarak. Wing-back yang tadi bertahan di kotak penaltinya sendiri harus berlari sangat jauh.

Siapa yang membuatnya terkenal

Kompas.com menulis bahwa gagasan formasi ini mulai dikenal lewat Inter Milan asuhan Helenio Herrera dan timnas Italia di Piala Dunia 1970, warisan catenaccio.

Contoh paling terkenal tetap Yunani di Euro 2004. Menurut Wikipedia bahasa Inggris, mereka memakai 5-4-1 melawan tim dengan dua penyerang agar punya bek tengah tambahan, dan memenangi semua laga fase gugur dengan skor 1-0.

Kekuatan dan kelemahan

Kekuatan. Lima bek dan empat gelandang hanya menyisakan sedikit ruang antarlini dan di belakang garis. Bek tengah cadangan menyerap kesalahan, dan wing-back bisa menekan di sisi tanpa merusak garis. Melawan dua penyerang, tim punya tiga lawan dua di belakang.

Kelemahan. Dengan hanya satu penyerang, bola cepat kembali ke lawan kecuali penyerang itu bisa menahannya. Wing-back harus bertahan dan menyerang sepanjang lapangan; jika tidak sanggup, tim tidak bisa keluar dari separuh lapangannya. Duet gelandang tengah juga bisa kalah jumlah setelah kehilangan bola, karena hanya ada dua.

Cara mengenali dan membongkarnya

Kenali 5-4-1 dengan menghitung garis belakang saat lawan menguasai bola di separuh lapangan mereka. Jika ada lima, dan dua di antaranya tadi berdiri di lini tengah, tim sedang bertahan dengan lima bek. Tanda kedua adalah penyerang: jika ia satu-satunya pemain di depan bola, garis kedua berisi empat.

Membongkarnya soal lebar dan kecepatan. Perpindahan bola memaksa garis lima dan garis empat bergeser jauh, dan perpindahan cepat bisa menghasilkan winger satu lawan satu dengan wing-back. Menahan wing-back dengan penyerang yang tinggi dan lebar membuat penyerang tunggal lawan sendirian. Pemain yang menerima bola di antara garis empat dan garis lima memaksa bek tengah keluar. Terakhir, rest defence yang baik membuat kesabaran menghadapi blok rendah tidak berisiko.

Apakah 5-4-1 formasi bertahan?

Ya, karena menempatkan sembilan pemain di belakang bola. Namun kebanyakan tim yang bertahan dengan 5-4-1 menyerang dengan 3-4-3 atau 3-4-2-1. Jadi label itu menggambarkan bentuk tanpa bola, bukan seluruh cara bermain tim.

Apa bedanya formasi 5-4-1 dan 5-3-2?

5-4-1 punya satu penyerang dan empat gelandang; 5-3-2 punya dua penyerang dan tiga gelandang. 5-4-1 menutup lebar lapangan lebih baik di lini tengah, sedangkan 5-3-2 menyisakan dua pemain tinggi untuk serangan balik. Timnas Indonesia memakai 5-4-1 melawan Jepang dan 5-3-2 melawan Arab Saudi pada November 2024.

Kenapa tim memakai formasi 5-4-1?

Biasanya karena mereka memperkirakan akan lebih sedikit menguasai bola, ingin mempertahankan keunggulan, atau menghadapi lawan dengan dua penyerang. Yunani di Euro 2004 memakainya untuk alasan terakhir itu. Lima bek juga memberi wing-back kebebasan menekan di sisi tanpa membuka tengah.

Coba posisi ini di papan taktik.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Perbedaan Skema 3 Bek Timnas Indonesia dan Jepang: Formasi Identik tapi Beda Taktik — Suara.com
  2. Ulasan Taktik Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia Digasak Jepang: Buyar setelah Gol Pertama — Bola.com
  3. Formasi Lima Bek dalam Sepak Bola — Kompas.com
  4. Kecerdikan Shin Tae-yong Ubah Formasi dari 3-4-3 ke 3-5-2, Kunci Kemenangan Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi — Bola.net
  5. Formation (association football) — Wikipedia