Formasi dan peran · Analisis

Single pivot vs double pivot: satu gelandang jangkar atau dua

Single pivot berarti satu gelandang jangkar di depan bek, double pivot dua gelandang berdampingan. Tabel perbandingan, diagram, untung-rugi, dan formasinya.

Dua lapangan sepak bola berdampingan. Kiri: 4-3-3 dengan satu gelandang jangkar di depan empat bek ditandai merah. Kanan: 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan ditandai merah dan dihubungkan sebuah garis.
Gambar: Touchline Notes

Single pivot adalah satu gelandang jangkar di depan lini belakang, seperti dalam 4-3-3 atau 4-1-4-1. Double pivot adalah dua gelandang yang berdiri berdampingan di posisi itu, seperti dalam 4-2-3-1: lebih aman di depan empat bek, tetapi satu pemain berkurang untuk menyerang.

Keduanya menjawab pertanyaan yang sama: siapa yang menjaga ruang antara empat bek dan sisa tim? Artikel gelandang bertahan menjelaskan apa yang dilakukan pemain itu. Artikel double pivot menjelaskan cara sepasang gelandang membagi tugas. Halaman ini menaruh keduanya berdampingan.

Single pivot Double pivot
Posisi Satu pemain di dasar lini tengah, di antara bek tengah dan dua gelandang nomor 8 Dua pemain berdampingan, di depan bek tengah dan di belakang nomor 10
Tugas utama Menyaring, menutup, dan melindungi ruang di depan bek tengah sendirian Berbagi ruang itu, sehingga satu bisa keluar dan yang lain tetap di tempat
Tanpa bola Menjaga seluruh lebar tengah sendirian; ruang di kiri-kanannya adalah risiko Dua pemain di tengah; perpindahan bola cepat ke sisi tetap bisa melewati keduanya
Dengan bola Penghubung utama dari lini belakang Dua sudut umpan bagi bek tengah; satu turun, satu tetap di luar tekanan pertama
Formasi khas 4-3-3, 4-1-4-1 4-2-3-1, 3-4-3, 3-4-2-1
Nomor khas Nomor 6 Dua nomor 6, atau nomor 6 dan nomor 8
Contoh terkenal Sergio Busquets di Barcelona Rodri bersama Gündoğan atau Fernandinho di Manchester City

Segitiga lini tengah: menghadap ke depan atau ke belakang

Cara termudah melihat bedanya adalah menghitung tiga gelandang tengah. Dengan single pivot, segitiganya menghadap ke depan: satu nomor 6 di dasar, dua nomor 8 di depannya. Dengan double pivot, segitiganya terbalik: dua nomor 6 di dasar, satu nomor 10 di ujung. Panduan Premier League tentang nomor 6 menggambarkannya persis begitu. Dua nomor 6 bermain di bawah satu nomor 10, dan segitiga lini tengah pun terbalik. Contohnya Joshua Kimmich dan Leon Goretzka di belakang Jamal Musiala di Bayern.

Satu perubahan itu memindahkan seorang pemain dari belakang penyerang ke depan pertahanan.

Dengan bola: membangun serangan

Single pivot sering menjadi penghubung utama antara lini belakang dan lini tengah. Coaches' Voice, dalam ulasan 4-3-3 yang dimuat Premier League, menyebut pivot harus memancing pressing lawan agar rekan-rekannya mendapat ruang. Busquets di Barcelona adalah contohnya. Karena ia hanya satu, lawan bisa menyusun pressing untuk menutup umpan ke arahnya.

Double pivot memberi bek tengah dua pilihan. Satu gelandang bisa turun di samping atau di antara bek tengah, sementara yang lain tetap di luar garis tekanan pertama. Itu pijakan umum untuk build-up dalam 4-2-3-1. Coaches' Voice juga mencatat bahwa pasangan ini bisa bergeser melebar untuk membantu memindahkan arah serangan. Harganya: dengan keduanya di bawah, tim bergantung pada nomor 10 dan pemain sisi untuk menerima bola di antara lini.

Tanpa bola: ruang di depan empat bek

Di sinilah double pivot membayar tempatnya. Coaches' Voice menulis bahwa pasangan ini melindungi area di depan bek tengah dan menutup ruang di antara lini. Satu bisa maju menekan atau bergeser membantu bek sayap, dan yang lain tetap di tempat. Menurut Coaches' Voice, 4-2-3-1 muncul pada 2000-an untuk menutup akses lawan ke ruang tengah itu, termasuk zona 14 tepat di luar kotak penalti.

Single pivot punya tugas yang sama dengan separuh jumlah pemain. Panduan 4-1-4-1 Premier League merangkum tugasnya: menyaring, menutup, berduel, memotong bola, dan melindungi ruang di depan bek tengah. Panduan nomor 6 menyebut masalahnya. Jika satu-satunya nomor 6 harus bergeser menutup sisi, ruang di tengah terbuka.

Timnas pernah memanfaatkan kelemahan itu. Pada 19 November 2024, Indonesia mengalahkan Arab Saudi 2-0 lewat dua gol Marselino Ferdinan. Kepada ANTARA, Shin Tae-yong menjelaskan bahwa Arab Saudi memakai 4-1-4-1 dan menekan tinggi, sehingga sering ada ruang kosong di belakang lawan. Ia mengganti 3-4-3 menjadi 3-5-2 dan meminta pemainnya menusuk ke belakang saat transisi positif.

Double pivot juga tidak bebas risiko. Coaches' Voice mengingatkan bahwa jika kedua bek sayap sudah naik, perpindahan bola cepat saat serangan balik bisa melewati kedua gelandang dan masuk ke sisi lapangan.

Rest defence dan pemain yang bebas menyerang

Rest defence adalah susunan yang tim pertahankan di belakang bola saat menyerang. Double pivot memberi blok 2+2 yang alami di tengah: dua bek tengah dan dua gelandang. Rasa aman itu membuat 4-2-3-1 bisa menjaga nomor 10 tetap tinggi dan mengirim bek sayap maju. Nomor 10 tetap bertahan. Coaches' Voice menggambarkannya menutup dari bawah dan menjaga pivot lawan.

Single pivot membebaskan satu pemain lagi. Dengan dua nomor 8 di depan nomor 6, tim punya pelari tambahan yang bisa tiba di kotak penalti dan satu orang lagi untuk menekan tinggi. Tim yang tetap ingin gelandang bertahan kedua bisa memasukkan bek sayap ke tengah sebagai inverted full-back.

Formasi yang memakai masing-masing

Single pivot milik formasi 4-3-3 dan formasi 4-1-4-1. Lihat penomorannya di halaman formasi 4-3-3 dan halaman formasi 4-1-4-1. Premier League menyebut 4-1-4-1 sebagai fondasi blok rendah atau blok menengah yang sangat efektif.

Double pivot paling identik dengan formasi 4-2-3-1 (diagram bernomor). Ia juga muncul dalam formasi 3-4-3 dan formasi 3-4-2-1, dengan dua gelandang tengah di antara wing-back. Bola Nusantara mencatat contohnya di Timnas pada Maret 2024. Dalam 3-4-2-1, Marselino Ferdinan ditarik ke lini tengah di samping Ivar Jenner, bukan bermain sebagai nomor 10.

Batas keduanya tidak kaku. Premier League mencatat bahwa dalam 4-1-4-1, satu gelandang tengah bisa turun ke arah bola dan membentuk double pivot sesaat saat build-up membutuhkannya.

Contoh pemain

Coaches' Voice menelusuri double pivot dari single pivot. Awalnya 4-2-3-1 mengandalkan satu gelandang jangkar untuk menutup ruang, dengan Claude Makélélé sebagai contoh paling terkenal. Baru kemudian gelandang bertahan kedua ditambahkan. Untuk nomor 6 modern, panduan Premier League menyebut Busquets, Rodri, Declan Rice, dan Casemiro. Rodri muncul di kedua daftar, karena pemain yang sama bisa bermain sendirian atau berpasangan.

Untuk double pivot, Coaches' Voice memberi beberapa pasangan: Eric Dier dan Mousa Dembélé di Tottenham asuhan Mauricio Pochettino, Thiago bersama Goretzka atau Kimmich di Bayern asuhan Hansi Flick, Rodri bersama İlkay Gündoğan atau Fernandinho di Manchester City asuhan Pep Guardiola, serta Kalvin Phillips dan Declan Rice di Inggris asuhan Gareth Southgate.

Pembagian klasik perusak dan pengatur juga muncul dalam prediksi susunan Timnas. Menjelang FIFA ASEAN Cup 2026, Bola.com memprediksi Joey Pelupessy dan Thom Haye sebagai dua gelandang tengah. Pelupessy digambarkan sebagai gelandang bertahan, perusak atau pemutus aliran serangan lawan. Haye digambarkan sebagai pengatur permainan dari lini kedua. Ini prediksi sebelum turnamen, bukan susunan yang sudah terkonfirmasi.

Cara membedakannya saat menonton

Amati momen saat bek tengah memegang bola. Hitung gelandang yang menawarkan diri di depannya. Satu pemain di tengah dengan dua rekan lebih tinggi berarti single pivot. Dua pemain di kedalaman yang kira-kira sama, satu mendekati bola dan satu menahan posisi, berarti double pivot.

Saat bola hilang, single pivot berarti satu gelandang yang menutup tengah. Double pivot berarti dua pemain yang sudah berada di antara bola dan pertahanan.

Kapan pelatih memilih yang mana

Pelatih memilih double pivot untuk melindungi lini belakang, memberi perlindungan bagi bek sayap yang menyerang, atau menjaga nomor 10 tetap tinggi. Ini cocok untuk tim yang memperkirakan akan lama bertahan. Pelatih memilih single pivot untuk mengirim lebih banyak pemain ke depan dan menekan dengan lebih banyak orang. Syaratnya, nomor 6 yang bisa menjelajah luas dan membaca bahaya sendirian. Banyak tim berganti di antara keduanya dalam satu laga.

Mana yang lebih baik, single pivot atau double pivot?

Tidak ada yang selalu lebih baik. Double pivot memberi perlindungan lebih di depan empat bek dan rest defence yang lebih aman. Single pivot membebaskan satu pemain lagi untuk menyerang dan menekan. Pilihannya bergantung pada pemain dan lawan.

Formasi apa yang memakai single pivot?

4-3-3 dan 4-1-4-1 sama-sama memakai satu gelandang jangkar di dasar lini tengah. Di kedua formasi itu, dua gelandang tengah lain bermain di depannya.

Apa itu double pivot dalam 4-2-3-1?

Double pivot adalah angka "2" dalam formasi itu: dua gelandang bertahan yang berdampingan di depan bek tengah dan di belakang gelandang serang. Mereka berbagi tugas melindungi pertahanan dan memulai build-up.

Apakah tim bisa berganti dari single pivot ke double pivot?

Bisa, dan banyak tim melakukannya di tengah laga. Satu gelandang tengah turun ke samping nomor 6 untuk membentuk dua jangkar. Sebaliknya, satu dari pasangan itu maju sehingga tersisa satu pivot dengan satu pemain tambahan di depan.

Coba posisi ini di papan taktik.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Shin Tae-yong pasang lima gelandang untuk jinakkan Arab Saudi — ANTARA
  2. Mengulik Komposisi Gelandang Utama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 — Bola.com
  3. The 4-2-3-1: football tactics explained — Coaches' Voice / Premier League
  4. The No 6 position in football explained — Premier League
  5. The 4-1-4-1 formation: football tactics explained — Premier League