Formasi dan peran · Analisis

Formasi 3-4-3: formasi andalan Timnas era Shin Tae-yong, dijelaskan

Formasi 3-4-3 memakai tiga bek tengah, dua wing-back, dua gelandang, dan trio depan. Cara kerjanya, contoh Timnas dan Chelsea, serta cara melawannya.

Diagram formasi 3-4-3 di lapangan: tiga bek tengah, dua wing-back, dan dua gelandang tengah, dengan tiga pemain depan yang ditandai merah.
Gambar: Touchline Notes

Formasi 3-4-3 adalah susunan dengan tiga bek tengah, dua wing-back, dua gelandang tengah, dan tiga pemain depan. Saat menyerang, wing-back naik sehingga lima pemain berjajar di depan; saat bertahan, bentuknya berubah menjadi 5-4-1 atau 5-2-3.

Bagi penonton Indonesia, formasi ini terasa akrab. Menurut Bola.net, Shin Tae-yong mantap memakai 3-4-3 sejak Piala Asia 2023 dan mempertahankan skema tiga bek sampai kualifikasi Piala Dunia 2026. Formasi ini anggota keluarga tiga bek tengah. Menurut Coaches' Voice, 3-4-3 diperkirakan pertama kali dipakai di Italia sebagai versi yang lebih menyerang dari 3-5-2. Formasi 3-5-2 mempertahankan gelandang ketiga dan dua penyerang; 3-4-3 mengorbankan gelandang itu demi penyerang ketiga.

Susunan pemain, satu per satu

Tiga bek tengah. Satu di tengah, dua di sisi. Pemain tengah mengatur garis dan menjaga penyerang lawan. Dua bek tengah sisi punya tugas lebih banyak: membawa bola ke lini tengah, mengirim umpan ke depan, dan menutup ruang di belakang wing-back. Saat bertahan, merekalah yang sering tertarik ke garis pinggir.

Dua wing-back. Wing-back adalah satu-satunya pemain yang menguasai seluruh flank di sisinya. Saat menyerang, ia menjaga lebar, melakukan overlap, dan datang ke tiang jauh. Saat bertahan, ia menjadi bek keempat dan kelima. Coaches' Voice menyebut tuntutan fisik untuk posisi ini sangat besar.

Dua gelandang tengah. Double pivot menjadi penghubung tiga bek dan trio depan. Mereka menerima bola dari bek, memindahkan bola dari satu wing-back ke wing-back lain, dan mengirim umpan ke penyerang. Tanpa bola, mereka harus rapat, karena hanya merekalah pelindung di depan pertahanan. Sering kali satu bertipe gelandang bertahan dan satu lagi pengumpan yang lebih mobil.

Trio depan. Ada dua versi umum. Dalam versi sempit, yang sering ditulis 3-4-2-1, dua gelandang serang bermain di half-space di belakang satu penyerang tengah. Dalam versi lebar, dua penyerang sayap berdiri sejajar penyerang tengah. Pilihan ketiga memakai false nine yang turun ke lini tengah untuk menarik bek lawan.

Satu formasi, dua tujuan: Indonesia dan Jepang

Menjelang laga Indonesia melawan Jepang pada November 2024, Suara.com menulis bahwa kedua tim memakai 3-4-3, tetapi dengan tujuan berbeda. Hajime Moriyasu memasang Ritsu Doan sebagai wing-back kanan dan Kaoru Mitoma sebagai wing-back kiri. Dua winger cepat itu membuat Jepang kuat di sisi lapangan dan unggul jumlah di lini tengah.

Indonesia memakai skema yang sama terutama untuk keseimbangan saat bertahan. Tanpa bola, Garuda turun ke blok 5-4-1. Saat build-up dari kiper, tiga bek dipakai untuk menang jumlah melawan pemain lawan yang menekan. Pada 15 November 2024 di GBK, Indonesia kalah 0-4. Bola.com mencatat skema Indonesia buyar setelah gol pertama dan cedera Kevin Diks.

Pelajarannya jelas. Angka formasi tidak memberi tahu kamu karakter sebuah tim. Siapa yang mengisi posisi wing-back, dan seberapa tinggi ia berdiri, jauh lebih menentukan.

Cara menyerang

Angka kuncinya adalah lima. Dengan dua wing-back tinggi dan tiga penyerang, 3-4-3 bisa menempatkan satu pemain di tiap jalur vertikal lapangan. Empat bek lawan hanya punya empat orang. Bek sayap lawan harus memilih: merapat ke dalam dan membiarkan wing-back bebas, atau tetap lebar dan membuka celah di antara dia dan bek tengahnya.

Versi sempit menciptakan overload di tengah. Versi lebar meregangkan lapangan. Dalam keduanya, wing-back dan penyerang sering bertukar posisi. Coaches' Voice menggambarkan Chelsea asuhan Thomas Tuchel: wing-back naik dan bertukar tempat dengan dua pemain nomor 10 untuk masuk ke posisi mencetak gol.

Cara bertahan dan menekan

Tanpa bola, wing-back turun dan terbentuk lima bek. Jika dua penyerang sayap ikut turun, hasilnya 5-4-1 dengan dua baris rapat. Jika mereka tetap di depan, tim bertahan dengan 5-2-3 dan menyisakan tiga pemain untuk pressing atau serangan balik. Menurut Coaches' Voice, saat menekan tinggi wing-back bahkan bisa naik sampai ke bek sayap lawan.

Siapa yang membuatnya terkenal

Contoh modern paling terkenal adalah Chelsea asuhan Antonio Conte pada 2016-17. Setelah kalah dari Liverpool dan Arsenal, Conte beralih ke 3-4-3 saat melawan Hull City pada 1 Oktober dan menang 2-0. Victor Moses dan Marcos Alonso menjadi wing-back, N'Golo Kanté dan Nemanja Matić menjadi duet tengah, sementara Diego Costa didukung dua penyerang yang bergerak ke dalam. Chelsea menang 13 laga liga beruntun dan juara dengan 93 poin.

Gareth Southgate juga sering memakai tiga bek bersama Inggris, dengan Kyle Walker sebagai bek tengah kanan. Jauh sebelumnya, Johan Cruyff memasang Barcelona dengan 4-3-3, tetapi sering mengubahnya menjadi 3-4-3: satu bek tengah maju ke lini tengah yang berbentuk berlian. Versi itu sangat berbeda dari sistem wing-back ala Conte.

Kekuatan dan kelemahan

Kekuatan. Lima pemain menyerang, sementara tiga bek dan dua gelandang tetap di belakang bola. Trio depan yang sempit bisa langsung menekan saat bola hilang. Kombinasi di sisi lapangan meregangkan empat bek mana pun. Tiga bek tengah dan double pivot juga memberi rest defence yang kokoh.

Kelemahan. Coaches' Voice mencatat tiga bek menutup lebar lapangan lebih sedikit daripada empat bek, sehingga serangan balik ke ruang di belakang wing-back berbahaya. Dua gelandang tengah bisa kalah jumlah melawan lini tengah tiga orang. Indonesia merasakannya melawan Jepang. Menurut Bola.net, setelah kalah 0-4 dengan 3-4-3, Shin beralih ke 3-5-2 saat menghadapi Arab Saudi dan menang 2-0.

Cara mengenali dan melawannya

Lihat sisi lapangan. Jika hanya satu pemain di tiap sisi yang menjaga seluruh flank, dan bek tengah melebar saat kiper memegang bola, itu skema tiga bek. Jika hanya ada dua gelandang tengah dan tiga penyerang di depan mereka, itu 3-4-3.

Untuk melawannya, tahan wing-back. Pemain sayap yang tetap tinggi memaksa wing-back bertahan. Pelari ke celah antara wing-back dan bek tengah sisi menarik bek tengah ke pinggir. Perpindahan bola cepat ke sisi jauh meregangkan tiga bek. Dan lini tengah tiga orang, seperti dalam formasi 4-3-3, bisa mengalahkan double pivot dalam jumlah.

Apa bedanya formasi 3-4-3 dan 3-5-2?

Keduanya memakai tiga bek tengah dan dua wing-back. 3-4-3 punya dua gelandang tengah dan tiga penyerang, sedangkan 3-5-2 punya tiga gelandang tengah dan dua penyerang. 3-4-3 biasanya lebih menyerang, sementara 3-5-2 lebih kuat di lini tengah.

Kenapa Shin Tae-yong memakai formasi 3-4-3?

Menurut Suara.com, skema tiga bek terutama dipakai Indonesia untuk mendapat kekuatan tambahan saat bertahan. Tanpa bola, bentuknya menjadi 5-4-1. Saat build-up, tiga bek membantu menang jumlah melawan pressing lawan.

Apakah 3-4-3 formasi bertahan?

Tidak saat menguasai bola. Dengan wing-back tinggi, tim menyerang dengan lima pemain. Tanpa bola, formasi ini menjadi lima bek sehingga bisa bertahan dalam, tetapi karakternya bergantung pada siapa yang bermain di posisi wing-back.

Apa itu formasi 3-4-2-1?

Itu versi sempit dari 3-4-3. Dua gelandang serang bermain di belakang satu penyerang, di dalam lapangan, bukan dua penyerang sayap di dekat garis pinggir. Lebar serangan sepenuhnya diberikan oleh wing-back.

Coba posisi ini di papan taktik.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Transformasi Formasi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Dulu 4-3-3 dan 4-4-2, Kini Mantap Pakai 3 Bek — Bola.net
  2. Perbedaan Skema 3 Bek Timnas Indonesia dan Jepang: Formasi Identik tapi Beda Taktik — Suara.com
  3. Ulasan Taktik Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia Digasak Jepang: Buyar setelah Gol Pertama — Bola.com
  4. 3-4-3 formation: football tactics explained — Coaches' Voice
  5. 2016–17 Chelsea F.C. season — Wikipedia