Gaya bermain · Analisis

Positional play: cara juego de posición menciptakan keunggulan lewat struktur

Positional play menempatkan pemain di zona terencana untuk unggul jumlah, kualitas dan posisi. Aturan, pemain bebas, dari Cruyff ke Guardiola dan timnas.

Ilustrasi lapangan dari atas yang dibagi garis putus-putus menjadi jalur dan lajur; pemain tanpa wajah menyebar di setiap zona, dengan pemain merah menerima bola di antara lawan di jalur dalam.
Gambar: Touchline Notes

Positional play adalah cara menyerang di mana pemain menempati zona tertentu di lapangan untuk menciptakan keunggulan atas lawan. Bola lalu dialirkan ke pemain yang bebas, yang bisa menerima dan berbalik menghadap gawang.

Dalam bahasa Spanyol namanya juego de posición, dalam bahasa Jerman Positionsspiel. Ini bukan formasi, melainkan sekumpulan prinsip tentang di mana pemain harus berdiri. Pep Guardiola adalah pelatih yang paling dikenal memakainya, tetapi akarnya membentang ke Johan Cruyff, Louis van Gaal dan Ajax era Rinus Michels.

Bagaimana sepak bola Indonesia menyebutnya

Di Indonesia, istilah ini hampir selalu dipakai dalam bahasa Inggris: positional play. Terjemahan seperti "permainan posisi" jarang terdengar. Istilah ini juga sering muncul berdampingan dengan high pressing dan counter-pressing. Pelatih fisik timnas U-20, Sofie Imam Faizal, kepada Kompas pada Juli 2026 menyebut bahwa tim dengan gaya high pressing, counter-pressing atau positional play punya tuntutan fisik yang berbeda.

Kata itu juga masuk ke perdebatan soal gaya timnas. Saat Alex Pastoor, asisten Patrick Kluivert, menolak total football untuk Indonesia pada Maret 2025, Poskota menulis salah satu alasannya: pemain Indonesia lebih terbiasa dengan positional play yang lebih terstruktur. Jadi bagi pembaca Indonesia, positional play sering dipahami sebagai versi yang lebih tertata dari total football.

Analisis lama tentang Guardiola di detikSport memakai bahasa yang lebih sederhana. Penulisnya menyoroti pola segitiga, umpan pendek, dan pressing sejak di depan. Itulah wajah yang terlihat. Positional play adalah struktur di bawahnya.

Inti gagasannya: keunggulan

Positional play berangkat dari satu pertanyaan. Di bagian lapangan mana tim saya sedang unggul saat ini? Coaches' Voice dan penulis Martí Perarnau membedakan tiga jenis keunggulan.

  • Keunggulan jumlah: lebih banyak pemain daripada lawan di satu area, misalnya tiga lawan dua saat build-up. Inilah overload yang klasik.
  • Keunggulan kualitas: menempatkan pemain terbaik melawan lawan yang lebih lemah. Contohnya mengisolasi penyerang sayap satu lawan satu dengan bek sayap lawan.
  • Keunggulan posisi: pemain berdiri di antara atau di belakang lini lawan. Di sana bek tidak bisa menekannya tanpa meninggalkan celah.

Tim lalu memindahkan bola ke keunggulan yang sedang ada. Perarnau mencatat ringkasan Guardiola: tujuannya menggerakkan lawan, bukan menggerakkan bola.

Pemain bebas dan orang ketiga

Pemain paling berharga dalam positional play adalah pemain bebas. Ia rekan setim yang tidak dijaga siapa pun, sehingga bisa menerima bola dan berbalik. Pelatih Spanyol Juan Manuel Lillo, salah satu pemikir utama gaya ini, menyuruh pemainnya mencari orang ketiga, si pemain bebas.

Caranya: tarik tekanan lawan dengan umpan pendek di satu area, lalu lepaskan bola ke pemain bebas di area lain. Karena itu third-man run dan line-breaking pass menjadi pusatnya. Keduanya adalah cara menemukan pemain bebas di belakang lini pressing pertama.

Aturan petak lapangan

Tim Guardiola berlatih di lapangan yang dibagi garis vertikal dan horizontal. Coaches' Voice dan Perarnau menyebut dua aturan sederhana:

  • tidak boleh lebih dari tiga pemain di garis horizontal yang sama;
  • tidak boleh lebih dari dua pemain di jalur vertikal yang sama.

Lapangan biasanya dibagi menjadi lima jalur vertikal. Ada dua jalur sayap, dua jalur dalam yang disebut half-space, dan satu jalur tengah. Dengan menyebar pemain secara berselang, tim selalu punya pilihan umpan diagonal dan segitiga. Tidak ada pemain yang menutup jalur umpan rekannya. Perarnau mencatat bahwa half-space diutamakan daripada sayap, karena pemain yang menerima bola di sana bisa mengumpan ke segala arah.

Dari mana asalnya

Coaches' Voice menelusuri prinsip ini ke Rinus Michels di Ajax, lalu ke Johan Cruyff di Barcelona, dan akhirnya ke Guardiola. Kaitannya dengan total football langsung: keduanya melihat posisi sebagai peran dalam struktur, bukan tugas tetap pemain tertentu. Wikipedia bahasa Indonesia juga mencatat bahwa gaya Barcelona yang dibangun Cruyff dikembangkan lagi oleh Van Gaal.

Perarnau menambahkan satu nama dari Amerika Latin: Ricardo La Volpe, dengan "salida lavolpiana". Dalam pola ini, gelandang bertahan turun di antara dua bek tengah. Kedua bek tengah melebar ke arah garis samping, dan bek sayap naik. Tim kini membangun serangan dengan tiga pemain melawan lini pertama lawan. Ini masih salah satu cara paling umum memulai build-up di bawah tekanan.

Seperti apa di tim modern

Coaches' Voice memberi contoh Manchester City asuhan Guardiola saat build-up. Bek tengah melebar, nomor 6 membentuk segitiga dengan mereka, dan penyerang sayap tetap lebar di kedua sisi. Ciri lain yang sering terlihat:

  • Lebar dari penyerang sayap, agar lini belakang lawan meregang dan half-space terbuka.
  • Bek sayap masuk ke tengah sebagai inverted full-back, menambah pemain di lini tengah dan menjaga dari serangan balik.
  • False nine atau gelandang di half-space, untuk keunggulan posisi di antara lini.
  • Rest defence yang tertata di belakang bola, karena pemain sudah berdiri di zona terencana saat bola hilang.

Perarnau mencatat bahwa Bayern asuhan Guardiola memainkan versi yang lebih vertikal daripada Barcelona-nya. Keunggulan dibangun lewat umpan ke depan, bukan terutama umpan menyamping.

Positional play dan tiki-taka

Keduanya sering disamakan, juga di media Indonesia. Tiki-taka menggambarkan permukaan yang terlihat: banyak umpan pendek dan penguasaan bola yang lama. Positional play adalah struktur di baliknya: di mana pemain berdiri agar umpan-umpan itu menghasilkan keunggulan. Tim bisa menguasai bola lama tanpa positional play. Sebaliknya, tim positional play bisa melepas umpan langsung jika keunggulannya ada di sana. Guardiola sendiri menolak mengumpan hanya demi mengumpan.

Kekuatan dan kritik

Kekuatan utamanya adalah kontrol. Karena setiap pemain tahu di mana harus berdiri, tim bisa menjaga bola di bawah tekanan, menyerang dengan rencana jelas, dan cepat merebut bola kembali. Struktur ini juga memudahkan pemain baru beradaptasi. Zonanya tetap sama walau namanya berganti.

Pengkritik menilai aturan posisi yang ketat bisa membuat tim mudah ditebak dan membatasi kebebasan individu. Lawan yang bertahan dalam low block yang rapat juga bisa meredamnya. Sebagian pelatih memilih pendekatan "relasional" yang lebih cair. Di sana pemain bergerak mendekati bola dan rekannya, bukan menjaga zona.

Cara mengenalinya dalam pertandingan

Tonton tim yang menguasai bola dari sudut kamera lebar. Perhatikan apakah kedua penyerang sayap menempel di garis samping. Lihat apakah ada dua pemain yang berdiri di jalur yang sama, satu tepat di depan yang lain. Jika jarang, dan bola bergerak sabar sampai seseorang menerima di antara lini sambil menghadap ke depan, kamu sedang menonton positional play. Lalu lihat build-up-nya. Gelandang bertahan atau bek sayap yang membentuk tiga bek atau kotak di depan pertahanan adalah tanda umum lainnya.

Apa itu positional play dalam sepak bola?

Positional play, atau juego de posición, adalah pendekatan menyerang di mana pemain menempati zona terencana untuk menciptakan keunggulan jumlah, kualitas dan posisi. Bola lalu dialirkan ke pemain bebas yang bisa memanfaatkannya.

Apa saja aturan positional play?

Aturan yang paling sering disebut: tidak lebih dari tiga pemain di garis horizontal yang sama, dan tidak lebih dari dua di jalur vertikal yang sama. Lapangan dibagi menjadi lima jalur. Aturan ini menciptakan segitiga dan pilihan umpan diagonal.

Siapa yang menciptakan positional play?

Tidak ada satu penemu. Prinsipnya berasal dari Ajax era Rinus Michels dan Barcelona era Johan Cruyff, lalu dikembangkan Louis van Gaal, Juan Manuel Lillo dan Pep Guardiola, yang menjadikannya gagasan dominan dalam sepak bola penguasaan bola modern.

Apa bedanya positional play dan tiki-taka?

Tiki-taka adalah gaya yang terlihat: banyak umpan pendek dan penguasaan bola. Positional play adalah struktur di baliknya, yaitu di mana pemain berdiri untuk menciptakan keunggulan. Tim positional play juga bisa bermain langsung jika keunggulannya ada di sana.

Apakah timnas Indonesia memainkan positional play?

Istilah ini sering dipakai dalam diskusi timnas. Pada Maret 2025, Poskota menulis bahwa menurut alasan yang dikemukakan Alex Pastoor, pemain Indonesia lebih terbiasa dengan positional play yang terstruktur daripada total football. Sejauh mana timnas benar-benar memainkannya masih bahan perdebatan.

Coba 4-3-3 di papan taktik.

Sumber dan bacaan lanjutan

  1. Positional play: football tactics explained — The Coaches' Voice
  2. Juego de Posición under Pep Guardiola — Martí Perarnau
  3. Membedah Taktik Terhebat ala Guardiola — detikSport
  4. Alex Pastoor Klaim Timnas Indonesia Tidak Cocok Bermain dengan Gaya Total Football, Ini Alasannya — Poskota
  5. Piala Dunia 2026 Jadi Referensi Pelatih Fisik Timnas U20 Indonesia, Ini yang Dipelajari — Kompas