Formasi dan peran · Analisis
Target man: striker yang menjadi sasaran umpan panjang
Target man adalah striker tinggi dan kuat yang memenangkan bola panjang, menahan bola, dan melibatkan rekan. Tabel peran, diagram, contoh Timnas dan Liga.
Target man adalah penyerang tengah, biasanya tinggi dan kuat, yang tugas utamanya memenangkan bola panjang dan bola udara, menahan bola, lalu melibatkan rekan setim. Ia menjadi titik sasaran saat tim ingin cepat membawa bola ke depan.
Istilah ini tidak diterjemahkan di Indonesia. Kompas TV menulis bahwa target man identik dengan postur tinggi dan kuat, dan tugasnya menahan bola serta memberi ruang bagi penyerang lain. JPNN, CNN Indonesia, dan Wikipedia bahasa Indonesia juga memakai kata yang sama; Wikipedia menulisnya "target-man" sebagai salah satu sebutan untuk penyerang tengah. Ia satu dari beberapa tipe striker dalam panduan posisi pemain sepak bola. Sebagian besar kerjanya untuk orang lain: sundulan yang dimenangkan, flick-on, atau operan pendek ke gelandang yang berlari melewatinya.
Target man dalam sekilas
| Area bermain | Penyerang tengah, di garis terakhir lawan, di antara atau di depan bek tengah |
| Tugas utama | Memenangkan bola panjang dan bola udara, menahan bola, melepasnya atau meneruskannya dengan flick-on |
| Tanpa bola | Menutup jalur umpan ke lini tengah lawan, menekan bek tengah, ikut bertahan saat bola mati |
| Formasi | 4-4-2, 3-5-2, juga sebagai striker tunggal di 4-2-3-1 |
| Nomor punggung | Secara tradisi 9, karena kebiasaan, bukan aturan |
| Peran terkait | Striker, poacher, complete forward, false nine, second striker |
| Contoh terkenal | Didier Drogba, Olivier Giroud, Fernando Llorente, Beto Goncalves, Mitchell Baker |
Tugas target man dengan bola
Banyak sentuhannya terjadi di udara, sambil membelakangi gawang, dengan bek tengah menempel di punggungnya. Pola yang paling umum: kiper menendang jauh, atau bek mengirim bola panjang, lalu target man mengontrolnya, menahannya, dan memberi waktu bagi rekan setim untuk naik. Karena itu ia adalah pusat build-up yang direct, jalan pintas yang melompati lini tengah saat pressing lawan membuat operan pendek terlalu berisiko.
Dari situ ia punya tiga pilihan. Ia bisa memantulkan bola ke gelandang yang menghadap ke depan, meneruskannya dengan flick-on ke jalur tandemnya, atau berbalik dan menembak sendiri. Coaches' Voice, saat membahas duet penyerang, menyebut modalnya: kekuatan tubuh bagian atas untuk menahan bek, dan sentuhan untuk flick-on, bola pantul, dan sundulan ke pelari di sekitarnya.
Ia juga sasaran umpan silang. Tim yang punya penyundul kuat di kotak penalti mendapat lebih banyak dari pemain sayapnya. Itulah kenapa winger klasik dan target man adalah pasangan yang sangat akrab, seperti dijelaskan artikel penyerang sayap.
Tugas target man tanpa bola
Seperti striker lain, ia adalah pemain bertahan pertama. Dalam duet penyerang, Coaches' Voice menggambarkan dua striker yang menutup umpan ke lini tengah dan menekan bek tengah lawan, satu naik dan satu menutup. Target man jarang menjadi penekan tercepat, jadi kerjanya lebih banyak menutup sudut daripada mengejar.
Ia juga memberi tim jalan keluar saat tertekan. Tim yang terkurung di setengah lapangannya sendiri, atau bertahan dalam low block, bisa membuang bola ke arahnya, bukan sekadar menjauhkannya. Jika ia memenangkan bola, sapuan itu berubah menjadi awal serangan balik.
Formasi yang memakai target man
Rumah alaminya adalah formasi 4-4-2. Dua striker berbagi tugas: satu tetap tinggi dan memenangkan bola, satu bermain di sekitarnya, mengambil bola flick-on dan bola pantul atau berlari ke belakang bek. Gelandang sayap menjaga lebar dan mengirim umpan silang. Coaches' Voice menulis bahwa 4-4-2 Sean Dyche di Burnley banyak memakai umpan panjang ke dua penyerang yang kuat di udara. Kamu bisa membuka alat formasi 4-4-2 untuk melihat dua lini empat di belakang duet itu.
Formasi 3-5-2 juga memakai dua striker. Di Juventus, Antonio Conte memasangkan Fernando Llorente dengan Carlos Tevez. Menurut Coaches' Voice, Llorente tetap tinggi sebagai sasaran utama umpan silang wing-back, sementara Tevez turun menjemput bola. Llorente mengamankan bola lalu melepasnya ke Tevez, gelandang nomor 8, atau wing-back. Alat formasi 3-5-2 menunjukkan bentuknya.
Target man tunggal di formasi 4-2-3-1 punya tugas lebih berat. Tidak ada tandem di sebelahnya untuk mengambil flick-on, jadi nomor 10 dan pemain sayap harus cepat datang.
Contoh dari dunia dan dari Indonesia
Wikipedia menyebut Didier Drogba sebagai striker yang memainkan peran ini, dengan kemampuan menahan bola, termasuk di final Liga Champions 2012. Olivier Giroud dan Fernando Llorente juga disebut, keduanya juara Piala Dunia.
Giroud di Piala Dunia 2018 adalah contoh paling jelas tentang nilai peran ini. Ia bermain di ketujuh laga Prancis dan tidak satu pun dari 13 tembakannya mengarah ke gawang. Namun kehadiran fisiknya dinilai membantu Antoine Griezmann dan Kylian Mbappé mencetak masing-masing empat gol. Prancis juara setelah menang 4-2 atas Kroasia di final.
Versi yang tidak biasa adalah target man di sayap. Norwegia asuhan Egil Olsen pada 1990-an memasang Jostein Flo, penyerang tengah setinggi 1,92 m, di sisi kanan. Bola dikirim jauh dan menyilang kepadanya, karena bek sayap yang ia hadapi biasanya lebih lemah di udara daripada bek tengah. Pola itu dikenal sebagai Flo pass.
Liga Indonesia punya contoh yang lebih dekat. Beto Goncalves meraih gelar pencetak gol terbanyak ISL 2011/2012 dengan 25 gol, dan menurut JPNN, target man adalah spesialisasinya. Pada 2019, Dejan Antonic di Madura United menggesernya sedikit ke belakang dan memasang Aleksandar Rakic sebagai striker murni. Beto tidak keberatan. Ia bilang, bahkan sebagai target man pun ia sering turun mencari bola.
Generasi baru Timnas punya Mitchell Baker. CNN Indonesia menggambarkan penyerang 19 tahun itu sebagai target man murni dengan tinggi 196 cm. Baker mencetak hat-trick saat Indonesia menang 5-1 atas Kamboja di Piala AFF 2026, dan CNN menyebutnya senjata dalam duel udara.
Jawa Pos menambahkan konteks lokal: Liga Indonesia lama ramah bagi striker bertipe complete forward yang bisa menahan bola, memenangkan duel udara, dan membuka ruang, seperti Beto, Herman Dzumafo, dan David da Silva. Alasannya, banyak tim masih mengandalkan serangan balik cepat dan permainan direct. Jadi di Indonesia, target man jarang hanya menjadi target.
Bedanya dengan peran di sekitarnya
Poacher juga bermain di garis terakhir, tetapi jarang menyentuh bola di luar kotak penalti dan tidak menahan bola. Nilainya ada pada ketepatan waktu tiba, bukan pada memenangkan bola pertama.
Complete forward bisa melakukan pekerjaan target man, tetapi juga berlari ke belakang bek dan turun menghubungkan permainan. Target man adalah versi yang lebih khusus, dan biasanya kurang lincah.
False nine hampir kebalikannya. Ia meninggalkan garis terakhir untuk menerima bola di lini tengah, sementara target man tetap di sana dan memberi bek tengah lawan seseorang untuk dijaga. Perbandingan false nine dan striker menjelaskan apa yang berubah saat tim beralih dari satu ke yang lain.
Cara mengenali target man saat menonton
Saat menonton, kamu bisa mulai dari tendangan kiper dan bola panjang dari belakang. Jika semuanya terus mengarah ke striker yang sama, dan bek tengah lawan bergantian berduel dengannya, dialah target man. Lalu lihat apa yang terjadi setelah ia memenangkan bola: flick-on ke ruang kosong, sundulan ke gelandang, atau operan pendek sambil membelakangi gawang. Tandemnya biasanya berdiri beberapa meter darinya, siap menyambar bola kedua. Target man juga sering dijaga ketat dan sering dilanggar, jadi striker yang banyak memenangkan tendangan bebas adalah tanda lain.
Kapan pelatih memilih target man
Saat tim ingin cepat membawa bola ke depan, atau tidak bisa melewati pressing dengan operan pendek. Saat tim punya pengirim umpan silang yang bagus di sayap. Saat tim tertinggal dan ingin lebih sering mengirim bola ke kotak penalti. Dan saat pemain tercepat di skuad butuh seseorang untuk dijadikan tembok, seperti Prancis pada 2018. Harganya: jika ia kalah duel, tim yang bergantung pada bola panjang akan terus kehilangan bola.
Apa itu target man dalam sepak bola?
Target man adalah penyerang tengah, biasanya tinggi dan kuat, yang tugas utamanya memenangkan bola panjang dan bola udara, menahan bola, lalu melepasnya atau meneruskannya ke rekan setim. Ia menjadi titik sasaran saat tim ingin cepat menyerang.
Apakah target man sama dengan striker?
Target man adalah salah satu tipe striker. Setiap target man adalah striker, tetapi striker juga mencakup poacher, complete forward, dan false nine, yang menjalankan tugasnya dengan cara sangat berbeda.
Formasi apa yang cocok untuk target man?
4-4-2 adalah yang klasik, karena striker kedua bisa bermain di sekitarnya dan mengambil flick-on. 3-5-2 juga cocok, dengan wing-back sebagai pengirim umpan silang. Ia bisa bermain sendirian di 4-2-3-1 jika lini tengah cepat datang membantu.
Apa yang membuat target man bagus?
Kekuatan untuk menahan bek tengah, sundulan yang bagus, sentuhan pertama yang aman sambil membelakangi gawang, dan kesadaran untuk cepat menemukan rekan. Gol membantu, tetapi sebagian besar nilainya ada pada gol yang ia buka untuk orang lain.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Timo Werner Akui Butuh Seorang Target Man seperti Romelu Lukaku — Kompas TV
- Beto Goncalves Tidak Permasalahkan Posisinya Digeser — JPNN
- Lawan Timnas Indonesia Mau Dibobol Ole, Mitchy, Ragnar atau Vickery? — CNN Indonesia
- Two up front: football tactics explained — Coaches' Voice
- Olivier Giroud — Wikipedia